Jumat, 16 Desember 2011

Lingkungan pendidikan

A. Pengertian lingkungan pendidikan.

Menurut Sartain (ahli psikologi Amerika), yang dimaksud lingkungan meliputi kondisi dan alam dunia ini yang dengan cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku kita, pertumbuhan, perkembangan atau life processes.
Meskipun lingkungan tidak bertanggung jawab terhadap kedewasaan anak didik, namun merupakan faktor yang sangat menentukan yaitu pengaruhnya yang sangat besar terhadap anak didik, sebab bagaimanapun anak tinggal dalam satu lingkungan yang disadari atau tidak pasti akan mempengaruhi anak. Pada dasarnya lingkungan mencakup lingkungan fisik, lingkungan budaya, dan lingkungan sosial.
Lingkungan sekitar yang dengan sengaja digunakan sebagai alat dalam proses pendidikan(pakaian, keadaan rumah, alat permainan, buku-buku, alat peraga, dll) dinamakan lingkungan pendidikan.
Secara umum fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam interaksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya, utamanaya berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia, agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang optimal.

B. Jenis-jenis limgkungan pendidikan

1. Lingkungan keluarga
Dilihat dari segi anak didik, tampak bahwa anak didik secara tetap hidup di dalam lingkungan masyarakat tertentu tempat ia mengalami pendidikan. Menurut Ki Hajar Dewantara lingkungan tersebut meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat, yang disebut tripusat pendidikan.
Keluargalah yang terutama berperan baik dalam aspek pembudayan maupun penguasaan pengetahuan dan keterampilan. Dengan meningkatnya kebutuhan dan aspirasi anak, maka keluarga pada umumnya tidak mampu memenuhinya. Oleh karena itu, sebagian dari tujuan pendidikan itu akan dicapai melalui jalur pendidikan sekolahataupun jalur pendidikan diluar sekolahlainnya (kursus, kelompok belajar, dsb). Bahkan peran jalur pendidikan sekolah makin lama makin penting, khususnya yang berkaitan dengan aspek pengetahuan dan keterampilan.
Dalam UU RI No. 2 Tahun 1989 tentang Sisdiknas yang menegaskan fugsi dan peranan keluarga dalam pencapaian tujuan pendidikan yakni membangun manusia Indonesia seutuhnya. Pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga dan yang memberikan keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral dan keterampilan.

Keluarga itu tempat pendidikan yang sempurna sifat dan wujudnya untuk melangsungkan pendidikan ke arah pembentukan pribadi yang utuh, tidak saja bagi anak-anak tapi juga bagi para remaja.
Disamping pendidikan keluarga itu, keluarga juga seyogyanya ikut mendukung program-program pendidikan yang lainnya (kelompok bermain, penitipan anak, sekolah, kursus, organisasi pemuda. dll). Keikutsertaan keluarga itu dapat pada tahap perencanaan, pemantauan dalam pelaksanaan, maupun dalam evaluasi dan pengembangan, dan dengan berbagi cara (daya, dana, dsb). Dan tidak kalah pentingnya adalah upaya koordinasi dan keserasian antar ketiga pusat pendidikan itu.

2. Lingkungan sekolah
Sekolah merupakan sarana yang sengaja dirancang untuk melaksanakan pendidikan. Tujuan nasional diupayakan pencapaiannya melalui pembangunan nasional, dengan demikian pembangunan nasional di bidang pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur serta memungkinkan warganyamengembangkan diri baik berkenaan dengan aspek jasmaniah maupun rohaniah berdasarkan Pancasila dan UUD 45.
Suatu alternatif yang mungkin dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah antara lain:
a. Pengajaran yang mendidik
Pengalaman belajar itu merupakan suatu yang unik dan kompleks, tetapi dapat dibedakan dalam 3 jenis sesuai dengan pembentukan atau tujuan pendidikan yang akan dicapai :
Pengalaman belajar harus dirancang dan dilaksanakan dalam bentuk yang beranekaragam, seperti:
Dari segi caranya : mendengarkan ceramah, membaca buku, dll.
Dari segi pengolahan pesan : dedukatif, induktif.
Dari segi pengetahuan subjek didik : kelompok belajar, individual.
Latihan untuk sasaran pembentukan keterampilan.
Penghayatan kegiatan.

b. Peningkatan dan pemantapan melaksanakan program bimbingan dan penyuluhan di sekolah, agar program edukatif ini tidak sekedar suplemen tetapi menjadi komplemen yang setar dengan program pengajaran.
c. Pengembangan perpustakaan sekolah menjadi suatu pusat sumber belajar (PSB), yang mengelola bukan hanya bahan pistaka tetapi juga sumber belajar lainnya, baik sumber belajar yang dirancang maupun dimanfaatkan.
d. Peningkatan dan pemantapanprogram pengelolan sekolah.
Sekolah bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak selama mereka diserahkan kepadanya. Karena itu sebagai sumbangan sekolah sebagai lembaga terhadap pendidikan, diantaranya sebagai berikut;
Ø Sekolah membantu orang tua mengerjakan kebiasaan-kebiasaan yang baik serta menanamkan budi pekerti yang baik.
Ø Sekolah memberikan pendidikan untuk kehidupan di dalam masyarakat yang sukar atau tidak dapat diberikan di rumah.
Ø Sekolah melaqtih anak-anak memperoleh kecakapan-kecakapan seperti membaca, menulis, berhitung, menggambar serta ilmu-ilmu lain sifatnya mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan.
Ø Di sekolah diberikan pelajaran etika, keagamaan, estetika, membenarkan benar atau salah, dan sebagainya.

3. Lingkungan masyarakat
Dalam konteks pendidikan, masyarakat merupakan lingkungan lingkungan keluarga dan sekolah. Pendidikan yang dialami dalam masyarakat ini, telah mulai ketika anak-anak untuk beberapa waktu setelah lepas dari asuhan keluarga dan berada di luar dari pendidikan sekolah. Dengan demikian, berarti pengaruh pendidikan tersebut tampaknya lebih luas.
Corak dan ragam pendidikan yang dialami seseorang dalam masyarakat banyak sekali, ini meliputi segala bidang, baik pembentukan kebiasaan-kebiasaan, pembentukan pengertia-pengertian (pengetahuan), sikap dan minat, maupun pembentukan kesusilaan dan keagamaan.
Menurut Koentjaraningrat, paling sedikit dapat dibedakan menjadi 4 tipe sosial budaya. Antara lain:
Tipe masyarakat berdasarkan sistem berkebun yang amat sederhana, hidup dengan berburu dan belum mempunyai kebiasaan menanam padi.
Tipe masyarakat pedesaan berdasarkan bercocok tanam di ladang atau di sawah dengan tanaman pokok padi.
Tipe masyarakat pedesaan berdasarkan sistem bercocok tanam di ladang atau di sawah dengan tanaman padi.
Tipe masyarakat perkotaan yang mempunyai ciri-ciri pusat pemerintahan dengan sektor perdagangan dan industri yang lemah.

C. Fungsi lingkungan pendidikan.

Adapun fungsi lingkungan pendidikan diantaranya adalah:
1. Tempat pembentukan generasi yang berkualitas dalam semua aspek, kognisi, efeksi, dan psikomotoris.
2. Pendidikan membantu peserta didik dalam interaksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya, utamanya sebagai sumber daya pendidikan yang tersedia, agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang optimal.
3. Tempat pengembangan kemampuan peserta didik.
4. Tempat penyelenggaraan proses pendidikan
5. Memberikan gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur pantas, benar, dan indah untuk kehidupan, yakni memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin di capai oleh segenap kegiatan pendidikan.
6. Membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya (fsik, sosial, budaya) utamanya sebagai sumber daya pendidikan yang tersedia, agar dapat dicapai tujuan pendidikan yang optimal. Penataan lingkungan pendidikan itu terutamadimaksudkan agar proses pendidikan itu dapat berkembang efektif dan efisien.





D. Pengaruh timbal balik antara ketiga lingungan terhadap perkembangan peserta didik. Lingkungan pendidikan merupakan lingkungan tempat berlangsungnya proses pendidikan yang merupakan bagian dari lingkungan sosial. Lingkungan pendidikan dibagi menjadi tiga yaitu:


Pendidikan yang terjadi dalam lingkungan keluarga berlangsung alamiah dan wajar serta sering disebut pendidikan informal. Pendidikan di sekolah adalah pendidikan yang sengaja dirancang dan dilaksanakan dengan aturan-aturan ketat, sehingga disebut pendidikan formal. Sedangkan pendidikan di lingkungan masyarakat tidak dipersyaratkan berjenjang dan berkesinambungan serta dengan aturan-aturan yang lebih longgar, sehingga disebut pendidikan nonformal.
Di lingkungan keluarga telah diupayakan berbagai hal (perbaikan gizi, permainan edukatif, dsb) yang menjadi landasan pengembangan selanjutnya di sekolahdan masyarakat. Di sekolah dilakukan berbagai hal yang lebih mendekatkan sekolah dengan orang tua siswa. Di lingkungan masyarakat diusahakan berbagai kegiatan/program yang menunjang/melengkapi program keluarga dan sekolah. Dengan kontribusi tripusat pendidikan dan saling melengkapi itu akan memberi peluang mewujudkan sumber daya manusia terdidik yang bermutu.
A. Pembinaan dan Tanggung Jawab Pendidikan Sekolah
1. Meluruskan dan mengarahkan dasar-dasar pendidikan yang baik agar kerugian akibat kesalahan pendidikan awal atau kesalahan sosial yang tidak terkontrol bisa dicegah.
2. Meletakkan dasar-dasar ilmiah dan keterampilan untuk dapat dikembangkan dalam pendidikan lanjutan.
3. Mempersiapkan peserta didik dengan pengetahuan dasar ini untuk menghadapi lingkungan sosialnya.

B. Pembinaan dan Tanggung Jawab Pendidikan Keluarga
Keadaan tiap-tiap keluarga berlain-lainan pula satu sama lain. Ada keluarga yang kaya, ada yang kurang mampu. Ada keluarga yang selalu diliputi oleh suasana tenang dan tentram, ada pula yang selalu gaduh, bercekcok dan sebagainya. Dengan sendirinya, keadaan dalam keluarga yang bermacam-macam coraknya itu akan membawa pengaruh yang berbeda-beda pula terhadap pendidikan anak. Bagaimana cara mendidik yang berlaku dalam keluarga itu, demikianlah cara anak itu mereaksi terhadap lingkungannya.

Jika dalam lingkungan keluarga anak itu dibesarkan dan dididik oleh orang tua/ lingkungan keluarga yang mengetahui akan kehendaknya dan berdasarkan kasih sayang kepadanya, ia akan tumbuh menjadi anak yang tenang dan mudah menyesuaikan diri terhadap orang tua dan anggota-anggota keluarga lainnya, serta terhadap teman-temannya. Wataknya akan berkembang dengan tidak mengalami kesulitan-kesulitan yang besar.
Sebaliknya jika di dalam lingkungan keluarganya ia selalu dianggap dan dikatakan masih kecil dan karena itu belum dapat melakukan sesuatu, kemungkinan besar anak itu akan menjadi orang yang selalu merasa kecil, tidak berdaya, tidak sanggup mengerjakan sesuatu. Ia akan berkembang menjadi orang yang bersifat masa bodoh, kurang mempunyai perasaan harga diri.
Tanggung jawab pendidikan yang perlu disadarkan dan dibina oleh kedua orang tua terhadap anak antara lain sebagai berikut:
a. Memelihara dan membesarkannya.
b. Melindungi dan menjamin kesehatannya, baik secara jasmaniah maupun rohaniyah dari berbagai gangguan penyakit atau bahaya lingkungan yang dapat membahayakan dirinya.
c. Mendidiknya dengan berbagai ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang berguna bagi kehidupannya, sehingga apabila ia telah dewasa ia mampu berdiri sendiri dam membantu orang lain (hablum minannas) serta melaksanakan kekhalifahannya.
d. Membahagiakan anak untuk dunia dan akhirat dengan memberinya pendidikan agama sesuai dengan ketentuan Allah.

C. Pembinaan dan Tanggung Jawab Pendidikan Masyarakat
Masyarakat bila dilihat dari konsep sosiologi adalah sekumpulan manusia yang bertempat tinggal dalam suatu kawasan dan saling berinteraksi sesamanya untuk mencapai tujuan. Secara kualitatif dan kuantitatif anggota masyarakat terdiri dari berbagai ragam pendidikan, profesi, keahlian, suku bangsa, kebudayaan, agama, lapisan sosial sehingga menjadi mayarakat yang majemuk. Setiap anggota masyarakat secara tidak langsung telah mengadakan kerjasama dan saling mempengaruhi untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuannya.
Bila dilihat dari konsep pendidikan, masyarakat adalah sekumpulan banyak orang dengan berbagai ragam kualitas diri mulai dari yang tidak berpendidikan sampai kepada yang berpendidikan tinggi. Ia adalah laboratorium besar tempat para anggotanya mengamalkan semua ketrampilan yang dimilikinya. Baiknya kualitas suatu masyarakat ditentukan oleh kualitas pendidikan para anggotanya. Demikian pula halnya dengan masyarakat bangsa Indonesia. Makin baik pendidikan anggotanya maka makin baik pula kualitas masyarakat seecara keseluruhan.

Dilihat dari lingkungan pendidikan, masyarakat disebut lingkungan pendidikan non formal yang memberikan pendidikan secara sengaja dan berencana kepada seluruh anggotanya tetapi tidak sistematis. Secara fungsional struktural, masyarakat ikut mempengaruhi terbentuknya sikap sosial para anggotanya, melalui berbagai pengalaman yang berulang kali , mengingat pengalaman yang beraneka ragam, maka setiap sosial anggotanyapun beraneka ragam pula.
Kalau di lembaga pendidikan pendidiknya adalah guru, tapi kalau pendidik dalam masyarakat adalah orang dewasa yang bertanggung jawab terhadap pendewasaan anggotanya. Dengan demikian para pemimpin resmi maupun tidak resmi adalah pendidik dalam masyarakat.
Pendidik secara fungsional dan struktural di lingkungan masing-masing bertanggung jawab terhadap perilaku dan tingkah laku warganya. Secara konsepsional tanggung jawab pendidikan oleh kedua jenis pemimpin masyarakat ini antara lain adalah mengawasi, menyalurkan, membina dan meningkatkan kualitas anggotanya. Dengan demikan aktivitas masing-masing anggota masyarakat berjalan menurut fungsinya dalam upaya mewujudkan masyarakat yang damai.


Felly elin siswanti 16709
M. ABD. VAN FAYSA 17214

Tirtarahardja, Umar, 2005, Pengantar Pendidikan, Jakarta: PT. Rineka cipta

Salam, Burhanudin, 1997, Pengantar Pedagogik, Jakarta: PT. Rineka Cipta

Ihsan,Fuad, 1997, Dasar-dasar Kependidikan, Jakarta: PT. Rineka Cipta

Purwanto, Ngalim, 1995, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
http://jawigo.blogspot.com/2010/05/pengaruh-timbal-balik-antara-sekolah.html

Sumber Bacaan: Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
http://fatamorghana.wordpress.com/2008/07/16/bab-v-pengertian-fungsi-dan-jenis-lingkungan-pendidikan/

http://moshimoshi.netne.net/materi/ilmu_pendidikan/bab_4.htm

http://thsumantri.blogspot.com/2011/04/apa-fungsi-lingkungan-pendidikan.html

http://file-hameedfinder.blogspot.com/2008/01/understanding-function-and-kind-of_30.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar